Saling berbagi dan menebar hikmah. Semoga catatan-catatan di blog ini bermanfaat. Salam ukhuwah fillaah. ^_^
RSS

Surat-suratan untuk calon imamku ^_^


Teruntuk calon imamku...


Kanda,
Dimanapun kau berada, aku mencoba berbisik pada hatimu yang entahlah angin kan sampaikan atau meleburkannya di tengah perjalanan
Sssttt……
kau jangan pernah bosan dengarkan segala ocehanku kelak ya
Kalau kau ingin berkomentar seperti orang-orang di facebook sana, tahan dulu!
Nanti saja saat aku bisa langsung mendengarkan komentar-komentarmu

Begini, kanda.
Mmmm……
Pagi itu, sehabis menunaikan shalat tahajjud, tiba-tiba azzamku begitu kuat untuk mencari jalan cinta kita,
Aha…… iya, jalan dimana kelak akan mempertemukan kita sampai dipelaminan
Ah, kau jangan tertawa, kanda. kalau aku terkesan begitu agresif
Hayooo……
kanda pernah gak punya azzam untuk menemukan jalan cinta kita?
Hmm…
Jadi curiga, kanda gak pernah memperjuangkannya
buktinya, kanda sangat amat terlambat menemuiku dan meminta pada Abi untuk menjadikanku sebagai pendamping hidupmu.
Ah, okelah, kanda……
Aku gak mau su’udzon padamu, aku yakin kau pun tengah berjuang mencariku dan menemukan jalan cinta kita.
Atau mungkin kau terlalu sibuk dengan urusan dakwah dan maisyah

Aku menulis sebuah biodata singkat tentangku, agar kelak kau sedikitnya tahu seperti apa diriku…
Pelan dengan penuh yakin, aku menulisnya dengan tulisan tanganku sendiri, tidak dengan bantuan keyboard apalagi mesin ketik, kanda tau kenapa? Karena aku tak punya semua benda itu. :D
Setelah selesai, terdengar adzan subuh memanggilku untuk menghadap Rabb kita, aku berdoa penuh keyakinan,
aku merayu-Nya penuh manja, supaya Dia segera tunjukkan jalan cinta kita.

Siang itu dengan penuh malu aku titipkan biodataku pada Murrobiyahku

Lama sekali aku menunggu kabar dari kelanjutan nasib biodataku
Sampai suatu hari, aku berhadapan dengan Murrobiyahku,
Lalu kami saling berbicara dari hati ke hati
Kandaaa...
Aku ingin berteriak, aaaaarrrrghhhhh!!! :'(
Begitu sulitkah aku menemukan jalan itu??
Ah, tidak kan kanda? Tidak sulit! Mungkin saja ini belum waktunya aku dan kau bisa bertemu dalam satu titik pertemuan terindah

Apa yang diungkapkan Murrobiyahku, sekejap rasanya meleburkan yakinku akan pertemuan kita, rasanya tak ada lagi celah untukku bisa menemukan engkau.

Halah, lebai banget sie diriku, ya kanda? :D
Kayak yang gak punya Allah saja, Allah kan sudah berjanji bahwa kita sudah ditakdirkan untuk bersama.

Waktu rasanya bergerak lamban, lho! Beda dengan persepsi orang lain, yang katanya waktu begitu cepat berlalu… hehehe……
Yayaya, setiap kali ada agenda menunggu, begitulah yang dirasa, selalu segalanya terasa lamban, seperti halnya penantian aku terhadap kedatanganmu…
Hidiiiih… GeEr banget sie jadi orang yang dinanti… ;p

Kanda,
Aku memaklumi keterlambatanmu menemuiku,
Mungkin Allah ingin kanda benar-benar siap lahir dan batin untuk menjadi seorang suami dari wanita sepertiku.
Begiitupun sebaliknya,
Mungkin Allah ingin aku benar-benar siap menerima kehadiranmu, dan menjadi istri yang sholehah untukmu.

Kanda,
Saat ini ada banyak kabar dan undangan walimah dari teman-temanku
Rasanya, ingin menangis. Tapi untuk apa aku harus menangis! Bukankah aku harusnya bahagia!...
Allah benar-benar menguji kesabaranku
Juga, kesabaranmu
Kapanpun Allah mempertemukan kita
Aku akan selalu berharap Dia menjadikanmu suami yang sholeh
Karena aku sedang berusaha memperbaiki diri
Hahay, bukan karena dirimu tentunya
Semata karena Allah.

Dari: Calon istrimu

0 komentar:

Posting Komentar