Saling berbagi dan menebar hikmah. Semoga catatan-catatan di blog ini bermanfaat. Salam ukhuwah fillaah. ^_^
RSS
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Kau Kutemukan


Kemarin aku melihatmu dengan seulas senyum seperti yang sering kusaksikan sebelumnya.
Serupa mentari yang mampu berpendar indah di pagi nan merekah.
Aku tak hendak mengganggu kedamaianmu dari langkah yang sedang kau tapaki.


0 komentar

Susu kotak, Menulis, dan Berhijab

Saturday, 14 May 2011 at 19:14

[Catatan Harian] Susu Sapi Perah

Akhir-akhir ini saya stres pisan dengan tugas kampus yang segunung. Jadinya teh kadang ogah-ogahan buat berangkat ke kampus. Ceritanye ni tadi pagi gurusak-gurusuk teu puguh, selain emang terlalu nyantai, juga sengaja aja berangkat kesiangan, hihihi.
Berangkat boleh kesiangan, tapi masuk kelas pas mantap deh, on time. 
Makasih pak dosen. 
(hiaat dezzing... Ni mahasiswa kaya gini kudu diberantas. :D )
Alhamdulillah dapet ilmu tentang writing. 
(tuuuh, pan kalo rajin mah dapet)

STOP!! 
Noh, liat judul lagi ya!
Halah, jadi bingung gini kelanjutannya apaaaa??

0 komentar

Saat Aku Terpuruk

Saat harus memunguti kembali keping-keping ghirah yang terkapar pecah.
Saat harus membangun kembali batu-bata yang remuk roboh.
Saat harus melukis warna-warni hati kembali pada selembar kanvas kumal.
Saat begitu merindui jiwa yang lama tak kembali, dan terus mencoba mengundangnya dalam diri saat ini.
Tak ada yang mampu menyulapnya kembali dengan pesat.

0 komentar

Aku mirip siapa lagi???



Perempuan itu seperti sudah mengenaliku saja. Belum juga naik angkot yang kutumpangi, dari jauh dia sudah melempar senyum dan terlihat ingin segera menyapaku. Padahal aku sendiri baru saat itu bertemu dengannya. Setelah di dalam angkot, dia langsung menanyai kabarku. Lalu, aku tersenyum dan menjawab bahwa aku dalam keadaan baik. Setelah melihat dekat, ternyata senyumanku membuatnya kaget dan pipinya merah menyala karena malu (Deu, saking manisnya senyumanku gitu ya…). Dia salah tingkah dan langsung meminta maaf karena sudah salah orang. Dikiranya aku adalah temannya. Hahay, tak mengapa lah. Muka aku memang pasaran kali ya… gubrakk.
0 komentar

Surat-suratan untuk calon imamku ^_^


Teruntuk calon imamku...
0 komentar

Cerita Pada Bunda

Bunda…

Malam ini, biarkan aku bercerita tentang hatiku

Sejenak saja

Sambil menikmati alunan sholawat dikejauhan sana

Bersama detak jam yang tak henti menghitung waktu

Aku lontarkan tanya padamu

Apa salah jika aku jatuh cinta?

Seperti dingin yang meresap pada dinding kamar

Tanpa bisik, juga tanpa kompromi

Melubangi bilik hati yang hampir rapuh

Aku harus bagaimana, Bunda?

Menepisnya sekuat hati
0 komentar